Selasa, 10 Mei 2022

Konsep Oject Oriented Programming


Konsep Pemrograman Berorientasi Objek identik dengan sebuah tata cara pembuatan program (programming paradigm) dengan menggunakan konsep objek yang memiliki data (atribut yang menjelaskan tentang objek) dan prosedur (function) yang di kenal dengan method. untuk membuat aplikasi, berbagai objek akan saling bertukar data untuk mencapai hasil akhir. berbeda dengan konsep fungsi (function) di dalam pemrograman, sebuah objek bisa memiliki data dan function tersendiri. Setiap objek ditujukan untuk  mengerjakan sebuah tugas dan menghasilkan nilai akhir untuk selanjutnya dapat ditampilkan atau digunakan  oleh objek lain. Beberapa ciri dan konsep dalam OOP/PBO adalah abstraksi (abstraction), pembungkusan (encapsulation), pewarisan (inheritance), dan polimorfisme (polymorphism).

1. Abstraction

    Adalah suatu cara untuk melihat suatu objek dalam bentuk yang lebih sederhana. Misalnya melihat sebuah mobil sebagai ribuan komponen elektronik, sistem mekanik dengan empat buah ban, jok, setir kemudi, dan lain-lain. Oleh sebab itu, suatu sistem yang sederhana, seperti halnya mobil merupakan suatu sistem yang terdiri atar berbagai subsistem, seperti subsistem kemudi, subsistem pengereman dan lain-lain, bisa di kategorikan sebagai  abstraction.

2. Encapsulation

    Merupakan suatu mekanisme untuk menyembunyikan atau memproteksi suatu proses dari kemungkinan interferensi atau penyalahgunaan dari luar sistem sekaligus menyederhanakan penggunaan sistem tersebut. Disamping iru, mekanisme ini memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak. Hanya metode dalam objek tersebut yang diberi izin untuk mengakses keadaannya. setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.


3. Inheritance

    Merupakan konsep mewariskan attribute dan method yang dimiliki oleh sebuah class kepada class turunannya. Dengan konsep ini, class yang di buat cukup mendefenisikan attribut dan method yang spesifik di dalamnya, sedangkan attribut dan method yang lebih umum akan di dapatkan dari class yang menjadi induknya.

 
4. Polymorphism

    Merupakan konsep yang memungkinkan penggunaan suatu interface yang sama untuk memerintah suatu objek agar melakukan suatu tindakan yang mungkin secara prinsip sama, tetapi berbeda secara proses. Polimorpism melalui pengiriman pesan tidak tergantung pada pemanggilan subrutin. Bahasa Orientasi Objek dapat mengirim pesan dengan metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung pada objek tertentu di mana pesan tersebut di kirim.


bentuk polimorphism

public class Time1

{

    private:

        int hour, int minute, int second;

    public:

        void Time1() { settime(0,0,0);}

        void Time1(h) { settime(h,0,0);}

        void Time1(h,m) { settime (h,m,0);}

        void Time1 (h,m,s) { settime (h,m,s);}

};

0 komentar

Posting Komentar